Menerjemahkan...
Menu
Pekalongan Survei Kualitas Air Minum dan Udara Warganya
Berita

Pekalongan Survei Kualitas Air Minum dan Udara Warganya

13 January 2026
Test User
119 views

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyelenggarakan Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SCAMRT) dan Survei Kualitas Udara Rumah Tangga, di wilayahnya, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan di wilayah tersebut. Program ini juga merupakan program rutin tahunan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Survei dilakukan oleh para petugas puskesmas setempat, di sejumlah rumah yang ada di area tugasnya, pada 28 Juli-3 Agustus 2025.

Ketua Tim Pengawasan dari Kecamatan Pekalongan Barat, Khodirin, menyebut, pihaknya mengambil sampel air dari 30 rumah tangga di wilayahnya. Di setiap rumah, tim mengambil contoh air bersih untuk pemeriksaan bakteriologis, air bersih untuk pemeriksaan kimia, air minum untuk pemeriksaan bakteriologis, dan air minum untuk pemeriksaan kimia.

Selanjutnya, semua sampel diperiksa dengan 15 parameter uji kualitas air, baik secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis. Pemeriksaan fisik dilakukan langsung di lapangan, sementara pengujian laboratorium dilakukan di fasilitas puskesmas.

“Sebelum turun ke lapangan, kami sudah menentukan rumah yang dijadikan sampel secara acak. Prosedurnya ketat, agar hasil yang kami dapatkan bisa mencerminkan kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelum pengambilan sampel, tim terlebih dahulu melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) untuk menilai kondisi sumber air rumah tangga. IKL dilakukan untuk mengetahui potensi risiko pencemaran berdasarkan kondisi fisik, kebiasaan penggunaan air, dan sistem penyimpanan.

“Kalau dari IKL sudah menunjukkan risiko tinggi, maka uji lab akan semakin diperhatikan. Kalau hasilnya sesuai analisis risiko, kami akan lanjut ke pembinaan,” jelasnya.

Ditambahkan, hasil survei ini biasanya disajikan dalam bentuk laporan tertulis yang mencakup data hasil uji, analisis, dan rekomendasi. Laporan ini bisa berupa dokumen digital atau cetak, serta disajikan dalam bentuk presentasi visual untuk memudahkan pemahaman.

Lebih lanjut, ia menuturkan, tahun ini pertama kalinya survei kualitas udara rumah tangga dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas udara, di dalam lingkungan pemukiman masyarakat. Hasilnya akan dianalisis lebih lanjut di tingkat kota hingga provinsi.

Jika dari hasil pengujian ditemukan kualitas air atau udara yang tidak memenuhi standar maka langkah selanjutnya adalah edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.

“Untuk air minum adalah kebutuhan pokok. Kami harapkan masyarakat bisa lebih selektif, terutama saat memilih air isi ulang. Pastikan depotnya punya SLHS dan hasil uji laboratorium bakteriologisnya menunjukkan nol bakteri,” tandasnya

Bagikan Artikel Ini

Berita Terkait